Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 November 2015

KURANGANYA PENANGANAN SAMPAH

Palu (22/11) sampai saat ini sampah masih berserakan di sekitaran kota palu.
 Sampah yang kini masih berhamburan di mana-mana membuat resah beberapa masyarakat kota palu.
“masih banyak yang suka membuang sampah sembarangan bahkan masih ada yang membuang sampah di selokan” kata mama yesi warga tanjung harapan, kelurahan tatura utara.

Pembuangan sampah di selokan sering mengakibatkan meluapnya sampah ke sekitaran jalan ketika hujan , hal ini mengakibatkan jalan menjadi kotor akibat sampah yang berserakan dimana-mana .

Juga beberapa tempat pembuangan sampah yang tidak keseluruhan sampahnya terangkut  maksimal.
Hal ini disebabkan beberapa faktor yang membuat sampah tidak terangkut secara maksimal yakni minimnya anggaran operasional, kurangnya persone/ buruh pengakut sampah, serta kesadaran masyarakat dalam memilah sampah.

Akibat kelalaian ini banyak sampah yang tidak terangkut akhirnya berserakan, sehingga menyebabkan bau busuk.

Beberapa usulan saran, misalnya sampah yang bisa dimanfaatkan menjadi barang berharga dan bernilai ekonomis.

Hal itu bisa mengurangi volume sampah yang tidak terangkut sekaligus turut menjaga lingkungan. Karena itu dihimbau kepada masyarakat untuk membuat tempat pengelolaan sampah yang ramah lingkungan sehingga bisa mengurangi produksi sampah.

Pengelolaan sampah secara ramah lingkungan itu berupa mengubur sampah yang bisa terurai, sedangkan sampah plastik yang susah terurai dibuang di tempat yang telah disediakan.

Masyarakat juga diminta untuk tidak membakar sampah sembarangan karena bisa menyebabkan polusi udara.

LAMPU MASIH PADAM

Walau kini sudah tidak ada pemadaman bergiliran masih ada beberapa masyarakat yang mengeluh mengenai pemadaman listrik, bahkan ada beberapa warga yang mengeluh akibat pemadaman listrik yang terjadi dua kali dalam sehari .

“pemadaman masih sering terjadi sudah seminggu ini di daerah sini mati lampu terus bahkan dalam sehari bisa sampai dua kali pemadaman terjadi” ujar pak suganda warga tanjung angin, kelurahan tatura utara.

Pemadaman listrik yang masih terjadi ini meresahkan beberapa masyarakat yang daerah rumahnya masih terjadi pemadaman, padahal sudah tidak ada isu mengenai pemadaman listrik tapi masih ada beberapa wilayah yang belum pulih dari pemadaman.

Hal ini mendapat beberapa kritikan dari masyrakat, ada yang berharap agar masalah ini cepat terselesaikan dan ada yang berharap agar walikota dan wakil walikota yang baru nanti dapat lebih peka untuk menangani pemadaman listrik yang masih sering terjadi ini.

“saya berharap siapapun walikota dan wakilnya nanti yang akan terpilih dia dapat lebih berperan aktiv dalam menangani pemadaman listrik ini” ujar pak albert .

Pemadaman listrik memang selalu menjadi masalah warga kota palu, terlebih lagi bila terjadi hujan yang di sertai angin kencang sampai mengakibatkan beberapa kabel yang putus yang berdampak pada pemadaman listrik.

Hal tersebut membuat beberapa warga resah dan juga proses penanganannya masih terkesan lambat, butuh 1-2 minggu untuk memperbaikinya hingga membuat warga harus mendapat pemadaman listrik yang bergiliran.

Tentu saja itu menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat ada yang mengeluh belum sempat menampung air listrik sudah padam, ada yang mengeluh sulit mengerjakan tugas di saat lampu kurang bersahabat, akhirnya itu membuat beberapa pekerjaan menjadi tertunda.

Harapan kota palu agar kasus pemadaman listrik ini lebih mendapat perhatian bagi pemerintah, dan juga pemerintah harus lebih peka terhadap keluhan masyarakat.